Massa Ojek Online Batal Demo, Berakhir Dengan Perdamaian

Pada tanggal 30 Agustus 2019 masa ojek online tidak jadi melakukan demonstrasi, meskipun batal mereka telah berunding dengan Kedubes atau Kedutaan Besar perwakilan dari Malaysia. Garda ( Gabungan Aksi Roda Dua) saat perundingan telah mengungkapkan 6 point penting darinya. Adapun salah satu pembahasannya bahwa pelecehan terhadap gojek yang telah dikatain untuk orang miskin saja, itu bukan mewakili negara, akan tetapi asli dari , Shamsubahrin Ismail sendiri.

Dimana Shamsubahrin Ismail merupakan orang yang memiliki persusahaan Malaysia berupa taksi ini sangat tidak suka dengan hadirnya ojek online. Hal ini yang menjadi pemicu utama adanya perselisihan antar warga terhadapnya. Dia keberatan apabila gojek ada di negara melayu tersebut, pemikiranya beralasan bahwa kedatangan ojol berefek tidak baik terhadap masa depan remaja anak disana. Padahal menurutnya masih banyak jalan mencari kerja selain untuk menjadi supir maupun tukang ojek.

Tuntutan Aksi Ojek Online

Para masa ojek online yang ikut melakukan demonstrasi telah menuntut dua hal kepada duta besar Malaysia.  Bahwasanyauntuk point pertama yaitu Shamsubahrin Ismail sebagai tersangka harus melakukan klarifikasi, dan untungnya hatinya tergugah sehingga ada niatan dirinya untuk meminta maaf kepada segenap ojol di nusantara mengenai perkataan yang menyinggung tersebut.

Tuntutan kedua yaitu masa Ojek Online meminta supaya ungkapan permintaan maaf Shamsubahrin Ismail pemilik persusahaan taksi Malaysia direkam. Serta disiarkan secara langsung di sebar luaskan di seluruh media sosial agar terbuka secara gambling. Aksi mereka berjalan dengan lancar tanpa adanya ricuh yang tidak dikehendaki.

Pertemuan Tertutup Pembahasan Ojek Online

Mengenai pembahasan penghinaan terhadap ojek online yang dilakukan oleh Shamsubahrin Ismail, kabarnya pihak kedubes Malaysia telah melakukan pertemuan secara tertutup dengan perwakilan Gabungan Aksi Roda Dua selama enam puluh menit di Jakarta Selatan area Kuningan. Tepat pada tanggal 30 Agustus hari Jum’at kemarin.

Ungkapan  yang disampaikan Igun Wicaksono  selaku perwakilan garda ojek online, adalah ada enam point penting yang harus didengarkan Kedubes Malaysia. Pertemuan tertutup tersebut berjalan dengan lancar tidak ada korban jiwa, dan kericuhan. Kejadian ini mengingatkan kita agar selalu berhati-hati dalam berucap jangan asal ceplos dan merendahkan golonga tertentu.

Perwakilan Masa Ojek Online Menerima Permintaan Maaf Shamsubahrin

Setelah pihak perwakilan kedubes Malaysia menyatakan bahwa Shamsubahrin Ismail meminta maaf atas kesalahan yang diperbuatnya. Masa ojek online untungnya langsung menerima ungkapan maaf dari tersangka. Sebab dia telah mengakui kesalahannya, khilaf, dan berjanji tidak mengulangi kesalahannya kembali. Pada akhirnya mereka semua saling berjabat tangan, karena telah berseteru akibat ungkapan pelecehan tersebut.

Kemudian setelah usai maafan lalu kedua belah pihak antara masa ojek online dan kedubes Malaysia, telah sepakat menganggap perkara ini sudah selesai. Tidak perlu ada yang diributkan lagi, dan tak usah diperpanjang masalahnya. Pada sesi terakhir perwakilan garda Igun Wicaksono  berterima kasih kepada semua masa yang ikut hadir, serta mamu menyikapi demontrasi dengan sangat bijaksana tidak ada pertikaian

Menolak Ojek Online Beroperasi

Rupanya kehadiran ojek online ada yang melolaknya, pihak tersebut adalah Shamsubahrin. Dirinya tak setuju jika perusahaan transportasi online asal Malaysia beroprasi di area Malaysia. Sehingga dia berucap kalau Gojek itu Cuma pantas buat orang fakir miskin yang ada di Kamboja, Thailand, India, Jakarta dan seluruh nusantara. Ungkapanya telah terekam sebagai barang bukti di sebuah kamera media, serta telah viral di negara kita. Dengan angkuh dia mengatakan hal seperti itu efek tidak menyukainya.

Omongannya yang sombong itu telah diketahui banyak masyarakat, dan videonya pun telah tersebar luar di media sosial. Tak lama beberapa hari yang lalu Shamsubahrin, memohon maaf pada segenap warga tanah air atas perkataannya yang menyatakan bahwa Ojek Online hanya pantas untuk orang miskin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *