BPJS Kesehatan Iurannya Naik Berdampak Pada Inflasi

Peraturan presiden menyatakan bahwa iuran BPJS Kesehatan akan naik, dan diberlakukan mulai satu September 2019, Puan Maharani menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menegaskan bahwa tarifnya bertambah mulai dari pelayanan rumah sakit yang ruangan kelas satu, sampai tiga. Selain itu M Iqbal Anas selaku Kepala Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial juga menghimbau peserta PBI juga akan dikenakan iurannya.

Peserta BPJS Kesehatan maupun penerima PBI sebanyak 133 juta orang juga sama mengalami kenaikan pembayaran setiap bulannya. Namun penerima bantuan dananya dialokasikan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), dan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Semua ini sudah menjadi keputusan presiden Joko Widodo.

Manajemen Operasional BPJS Kesehatan

Penyesuaian kualitas, kinerja rumah sakit menjadikan iuran BPJS Kesehatanakan dinaikan. Manajemen ini menurut Iqbal, tentu perlu dipelajari lagi dan dibenahi terutama bagian operasionalnya. Realisasinya harus sesuai BPKP Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan supaya nantinya lolos audit. Selain itu untuk data pasien yang masih salah, secepatnya diperbaiki agar tidak ada yang dirugikan dan salah input.

Untuk sementara dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2019, menurut Iqbal pembayarannya akan ditalangi dahulu oleh pemerintah untuk yang PBI. Namun berapa besarnya uang yang dikeluarkan tidak diberitahukan. Setelah pemasalahan tersenut tertangani, lalu pemerintas akan fokus memikirkan iuran BPJS Kesehatan. Sebab presiden Joko Widodo sudah memutuskan pemberlakuan kenaikan iurannya.

Perbaikan Data BPJS Kesehatan yang Salah

Konon disaat tahun 2014 Jamsostek, BPJS kesehatan, penyelenggara askes mendapat informasi bahwa terdapat beberapa data masyarakat yang salah input.  Hal ini diketahui setelah dilakukannya kerjasama dengan catatan sipil, serta dinas kependudukan. Tak luput juga karena KTP elektroniknya juga baru diadakan pada tahun dua ribu enam belas.Akan tetapi sayangnya pusat kesalahan terletak pada data PBI, hingga sekarang masih belum dapat diperbaiki secara keseluruhan dengan mengeklopkan yang ada di kementrian sosial.

Pemberlakuan Kenaikan Iuran BPJS

Berita yang diedarkan bahwa iuran BPJS  Kesehatan akan naik itu ternyata benar, dan keputusan ini akan diberlakukan mulai tanggal satu September 2019. Berita tersebut telah disampaikan Puan Maharani selaku menteri PMK atau Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dinaikannya biaya karena dapat menyeuasikan dengan kualitas yang akan diberikan oleh PT Asuransi. Sebab selama ini kenyataannya pengobatan yang digunakan masyarakat jauh lebih banyak disbanding dengan iurannya setiap bulan.

Adapun rician biaya kenaikan iuran BPJS Kesehatan, yaitu untuk yang awalnya kelas satu setiap bulannya delapan puluh ribu rupiah, sekarang diwajibkan membayar Rp160 ribu.Lalu kelas dua naik menjadi Rp110 ribu yang tadinya hanya Rp59 ribu.Serta kelas tiga juga biayanya dinaikan menjadi empat puluh dua ribu, padahal dulu cuma Rp25.500 per bulanya. Namun jangan khawatir jika anda termasuk menerima PBI (Penerima Bantuan Iuran), tidak akan berpengaruh untuk membayar juga dengan adanya keputusan menteri PMK.

Dampak Inflasi Akibat Kenaikan Pembayaran BPJS

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sudah dimulai dejak awal bulan ini.Adanya pergerakan inflasi tentu terjadi, hal tersebut sudah diduga oleh pihak Bank Indonesia.Namun mereka juga mengira permasalahan itu hanya untuk sementara saja, sebab pemerintahlah yang mengatur administrasi harganya. Apabila dampaknya sangat terasa pasti akan langsung diketahui pukahBPS (Badan Pusat Statistik).

Naiknya pembayaran BPJS Kesehatan setiap bulannya tentu akan sangat dirasa oleh masyarakat, apalagi yang pendapatannya kelas menengah ke bawah. Dampak dari kejadian ini menurut Perry Warjiyo gubernur BI pasti akan terjadi gejolak inflasi. Padahal Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan telah menentukan semua kenaikan iuran ini dari kelas satu hingga tiga akan diberakukan secara berkelanjutan mulai Januari 2020 nanti.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *